Inisiatif Mahasiswa UNY dalam Edukasi Hidroponik: Mendorong Penerapan SDGs 15 di SPS Mutiara Hati Ka

13 Mei 2026
Administrator
Dibaca 11 Kali
Inisiatif Mahasiswa UNY dalam Edukasi Hidroponik: Mendorong Penerapan SDGs 15 di SPS Mutiara Hati Ka

Sleman – Mahasiswa Departemen Administrasi Publik Angkatan 2023 bersama tiga anggota tim, yaitu Dwi Utari, Kurnia Gischa Tristiya, dan Nanda Yuma Pratiwi melaksanakan proyek dengan praktik bercocok tanam berbasis hidroponik pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di SPS Mutiara Hati, Caturtunggal, Kabupaten Sleman. Melalui mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan yang dibimbing oleh Dr. Yumi Hartati, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini termasuk bagian dari pengabdian masyarakat berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 15: Ekosistem Daratan (Life on Land). Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan lahan secara produktif sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Sebanyak 16 anak dari SPS Mutiara Hati Karangmalang berpartisipasi dalam praktik bercocok tanam berbasis hidroponik dengan penuh semangat. Dalam kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada konsep dasar bercocok tanam menggunakan media hidroponik sederhana yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan di rumah. Mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses penanaman benih, hingga cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Di samping itu, mahasiswa juga mengenalkan bagian-bagian tumbuhan seperti akar, batang, dan daun melalui contoh benih yang telah tumbuh atau mulai pecah. Anak-anak diajak mengamati secara langsung proses pertumbuhan benih sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat mengenal bentuk serta fungsi dasar dari bagian-bagian tumbuhan dengan lebih baik.

Kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana edukasi lingkungan, tetapi juga membantu perkembangan anak usia dini, terutama dalam melatih kemampuan motorik halus melalui aktivitas memegang, menyusun, dan menanam biji tanaman secara langsung. Anak-anak juga belajar bekerja sama dan berinteraksi sosial melalui praktik kelompok bersama teman-temannya. Suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan membuat anak-anak lebih antusias, aktif, dan mudah memahami materi yang diberikan.

Kalau ada kegiatan seperti ini anak-anak jadi tidak bosan karena yang mengajar bukan itu-itu saja. Anak-anak biasanya lebih semangat kalau ada orang baru yang datang mengajar, karena cara penyampaiannya juga berbeda. Jadi mereka lebih antusias mengikuti kegiatan, lebih aktif, dan suasana belajarnya juga terasa lebih menyenangkan dibanding biasanya,” ujar Riyani Hadiningsih, kepala sekolah SPS Mutiara Hati Karangmalang.

Pelaksanaan kegiatan ini juga dihadiri oleh orang tua dari siswa-siswi Paud SPS Mutiara Hati Karangmalang. Kehadiran orang tua diharapkan dapat memperkuat edukasi lingkungan yang diberikan kepada anak sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga. Dukungan keluarga dinilai penting dalam membentuk kebiasaan positif anak untuk lebih peduli lingkungan sejak dini.

Dokumentasi kegiatan ini dapat dilihat melalui akun YouTube pribadi milik mahasiswa Departemen Administrasi Publik dan akan menjadi bagian dari laporan akhir project based mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan.

? Dokumentasi lengkap: Kelompok 1_Dokumentasi Project SDGs 15

? Video kegiatan: Kelompok 1: Project SDGs 15 (Life on Land)