PUPM 2025: Dinas Sosial Sleman Fasilitasi Lansia Berkarya Lewat Batik

18 Maret 2025
Administrator
Dibaca 5 Kali
PUPM 2025: Dinas Sosial Sleman Fasilitasi Lansia Berkarya Lewat Batik

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan Pelatihan Batik bagi Lanjut Usia sebagai bagian dari program Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM) Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas para lansia serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap produktif di usia senja.

Pelatihan ini berlangsung dalam dua tahap, yaitu pada 17–20 Februari 2025 dan 24–27 Februari 2025, bertempat di Pendopo Puspadenta, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman. Sebanyak 15 peserta lansia berusia 60 tahun ke atas mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Menurut perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sleman, program ini tidak hanya memberikan wawasan tentang teknik membatik, tetapi juga menjadi ajang interaksi sosial bagi para lansia. “Kami ingin memberikan kesempatan bagi para lansia untuk tetap aktif dan mandiri melalui pelatihan ini. Selain itu, keterampilan membatik dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat serta berpotensi menambah penghasilan mereka,” ujar Novianto, Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Para peserta diberikan materi mulai dari pengenalan motif batik, teknik dasar membatik, hingga praktik langsung membuat batik. Dengan bimbingan instruktur berpengalaman, mereka diajarkan cara membuat pola, mencanting, mewarnai, dan menyelesaikan proses membatik hingga menjadi kain batik siap pakai.

Salah satu peserta, Ibu Sri Lestari, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat senang bisa belajar membatik. Kegiatan ini membuat saya merasa lebih aktif, bisa bertemu teman sebaya, dan tentu saja menambah keterampilan baru,” katanya dengan semangat.

Dinas Sosial berharap program ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak lansia. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan lansia di Sleman tetap bisa berkarya dan memiliki aktivitas yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental mereka.

Acara pelatihan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kalurahan Caturtunggal dan masyarakat setempat. Program ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap kesejahteraan lansia terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung semua kelompok usia.

Dengan berakhirnya pelatihan pada 27 Februari 2025, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan batik yang telah dipelajari dan bahkan menerapkannya dalam usaha kecil atau kegiatan komunitas mereka. (oktaviana)