Muskal RKP Caturtunggal Bahas Usulan Program, Prioritaskan Skala dan Kebutuhan Warga

10 Juli 2025
Administrator
Dibaca 4 Kali
Muskal RKP Caturtunggal Bahas Usulan Program, Prioritaskan Skala dan Kebutuhan Warga

Caturtunggal – Kalurahan Caturtunggal menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026 pada Selasa (8/07) bertempat di Pendopo Puspadenta. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyusun arah pembangunan tahunan berbasis partisipasi masyarakat.

Muskal RKP dipandu oleh moderator Bapak Dwi Yulianta, dengan materi utama disampaikan oleh Bapak Fajrul Falah, Kaur Pangripta Kalurahan Caturtunggal. Dalam pemaparan tersebut, disampaikan usulan kegiatan dari 20 padukuhan yang mencakup program fisik dan non fisik, dengan mayoritas padukuhan mengusulkan lima kegiatan fisik dan empat kegiatan non fisik.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh tujuh unsur perwakilan, yaitu Wakil Ketua BPKaL, Penjabat Lurah, Perwakilan Pamong, Lembaga Kalurahan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, serta Tokoh Pemuda.

Dalam sambutannya Panewu Depok, Djoko Muljanto menyampaikan apresiasi atas kelengkapan program Kalurahan Caturtunggal yang telah menyentuh semua kelompok usia, dari PAUD hingga lansia, serta menjaga kebersihan lingkungan, penerangan jalan, dan keamanan wilayah.

Sementara itu, perwakilan Dinas PMK menyampaikan sejumlah masukan, antara lain usulan mobil siaga kalurahan sebagai skala prioritas (bukan ambulance), serta pentingnya penganggaran untuk hari jadi kalurahan dan insentif RT/RW. Disampaikan pula bahwa meskipun PAD Kalurahan Caturtunggal tinggi, namun anggaran desa terbatas, sehingga pembangunan harus tetap berdasarkan skala prioritas.

Dinas PMK juga mengingatkan bahwa ke depan, penyusunan RKPKal harus mengacu pada visi-misi Presiden, Gubernur, dan Bupati. Kelompok penerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK), seperti Gapoktan, wajib menyampaikan laporan melalui sistem yang terhubung langsung dengan Bappeda.

Dengan Muskal ini, Kalurahan Caturtunggal menegaskan komitmennya dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. (oktaviana)