BPKal Caturtunggal Jaring Aspirasi Kelompok Disabilitas Dan Marginal
Caturtunggal — Sekitar 20 warga, termasuk penyandang disabilitas dan marginal, menghadiri forum Jaring Aspirasi yang digelar oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Caturtunggal pada Rabu (2/07). Pertemuan berlangsung di rumah Ketua RT 014 Padukuhan Papringan Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman.
Forum yang dimulai pukul 10.00 WIB ini bertujuan menampung berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat, khususnya kelompok yang selama ini kurang memiliki ruang untuk menyuarakan persoalannya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran anggota BPKal.
Wakil Ketua BPKal Caturtunggal, Syamsudin, dalam sambutannya menekankan pentingnya partisipasi semua lapisan masyarakat dalam pembangunan kalurahan. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Tidak hanya yang bersuara keras, tapi juga mereka yang sering luput dari perhatian,” ujarnya.
Sejumlah persoalan yang mengemuka dalam forum ini antara lain kesulitan membuang sampah sejak penutupan TPA Piyungan, yang berdampak langsung pada warga, khususnya mereka yang tidak memiliki akses pengelolaan sampah mandiri. Permasalahan kepesertaan BPJS untuk para petugas pengangkut sampah yang belum memperoleh kejelasan jaminan sosial. Kondisi sungai di perbatasan Gowok dan Ambarukmo yang belum mengalami normalisasi, menyebabkan penumpukan sampah dan aliran air tersumbat.
Masukan dari warga disampaikan secara langsung dan ditanggapi oleh perwakilan BPKal. Seluruh aspirasi dicatat untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kalurahan Caturtunggal dalam menerapkan prinsip pemerintahan yang inklusif dan responsif. Melalui forum seperti ini, BPKal berharap kebijakan yang lahir ke depan akan lebih berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam posisi paling rentan. (oktaviana)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin