Ngaji Buku “Rumah Tempat Cinta Bertumbuh”: Menumbuhkan Cinta, Menyembuhkan Luka
Sleman — Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar kegiatan Ngaji Buku “Rumah Tempat Cinta Bertumbuh” karya Nirmala Ika, M.Psi, seorang psikolog klinis dewasa, pada Jumat malam (17/10/2025) di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal.
Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Cinta, Menyembuhkan Luka” ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memahami makna cinta, kesadaran diri, dan pentingnya relasi keluarga yang sehat di tengah tantangan kehidupan masa kini.
Dalam sambutannya, Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, menyampaikan bahwa kegiatan Ngaji Buku ini bukan hanya sebagai ajang berdiskusi tentang isi buku, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga bentuk perenungan dan penguatan batin.
“Setiap keluarga memiliki cara dan cerita dalam membentuk karakter anak-anaknya. Pola asuh orang tua di masa lalu membentuk siapa kita hari ini, dengan nilai-nilai yang kuat dan penuh makna,” ujar Feri Ferdian.
“Tugas kita sekarang adalah belajar dari pengalaman itu. Apa yang dulu keras bisa kita ubah, apa yang dulu tertutup bisa kita ubah menjadi ruang dialog. Lewat kegiatan seperti ini, kita tidak hanya belajar dari buku, tapi juga belajar dari diri sendiri dan dari kehidupan,” tambahnya.
“Semoga kegiatan Ngaji Buku seperti ini bisa terus dilaksanakan, karena selain memperkuat kesadaran diri, juga menumbuhkan budaya membaca dan berpikir kritis di kalangan masyarakat,” tutupnya.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, perangkat Kalurahan, serta anggota Karang Taruna dari berbagai padukuhan se-Caturtunggal. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pembukaan, pemaparan isi buku, hingga sesi diskusi dan refleksi bersama.
Penulis buku, Nirmala Ika, M.Psi, dalam pemaparannya mengajak peserta untuk berani mengenali luka batin dan menyembuhkannya melalui cinta, penerimaan, dan kesadaran diri.
“Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar mencintai dan dicintai. Namun cinta juga bisa melukai jika tidak disertai kesadaran. Melalui kesadaran dan kasih, setiap luka bisa sembuh, dan setiap hati bisa bertumbuh,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif dan reflektif bagi masyarakat untuk memahami isu-isu kesehatan mental yang semakin relevan, seperti stres, kecemasan, tekanan sosial, dan trauma masa kecil (inner child).
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan buku “Rumah Tempat Cinta Bertumbuh” kepada Ketua Perpustakaan RW 03 sebagai simbol dukungan terhadap penguatan literasi dan budaya baca di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan Ngaji Buku ini, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal berharap masyarakat semakin sadar pentingnya literasi, cinta, dan komunikasi sehat dalam keluarga agar setiap rumah benar-benar menjadi tempat di mana cinta bertumbuh dan luka dapat sembuh. (oktaviana)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin